Analisis Data Ekonomi

Perkembangan perekonomian Kabupaten Kutai Timur tidak terlepas dari pengaruh perekonomian global, nasional, dan provinsi serta kontribusi struktur ekonomi yang membentuk. Kabupaten Kutai Timur sangat kaya dengan hasil tambang batubara. Kontribusi sektor pertambangan batubara mendominasi nilai PDRB selama beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data perkembangan PDRB Kabupaten Kutai Timur, kontribusi sektor pertambangan batubara di Kabupaten Kutai Timur mendominasi nilai PDRB. Hal tersebut ditunjukkan apabila komponen migas dan batubara dikeluarkan maka nilai riil PDRB turun hingga 22,7 persen.  Nilai PDRB Kabupaten Kutai Timur secara riil; yaitu diluar komponen migas dan batubara berkisar pada nilai Rp 20 miliar pada yajim 2018 dan meningkat menjadi sekitar Rp 21 miliar pada tahun 2019. Faktor inflasi (harga yang berlaku tahun 2018) menyebabkan nilai PDRB berkisar pada Rp 33 miliar.

Apabila ditinjau dari laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai, laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 mengalami perlambatan sebagai akibat kondisi ekonomi global yang melemah. Namun dilihat dari tren data, terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih stabil. Di Kabupaten Kutai Timur laju pertumbuhan ekonomi dengan migas pada tahun 2019 adalah 7,97 persen, tanpa migas sebesar 1,90 persen, serta tanpa migas dan batubara mencapai 2,93 persen. Perbedaan laju pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa sektor ekonomi tambang batubara masih mendominasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pentingnya untuk melakukan percepatan sektor di luar migas dan batubara terutama agribisnis dan agroindustri untuk berkontribusi pada laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kutai Timur. Hal ini diperlukan peran seluruh komponen masyarakat Kabupaten Kutai Timur.